Ngantang, 13 Oktober 2025 — SMP Veteran resmi menerapkan sistem pembelajaran lima hari sekolah mulai Senin, 13 Oktober 2025. Kebijakan ini sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan efisiensi waktu belajar sekaligus memberikan ruang lebih bagi siswa untuk mengembangkan diri melalui kegiatan nonakademik di luar jam sekolah.
Dengan penerapan sistem ini, kegiatan belajar mengajar di SMP Veteran dilaksanakan dari Senin hingga Jumat, sementara hari Sabtu dan Minggu digunakan sebagai waktu istirahat serta kegiatan keluarga dan sosial. Kepala SMP Veteran, Swi Suharwahyuningati, S.Pd, menyampaikan bahwa kebijakan ini telah dipersiapkan dengan matang melalui penyesuaian jadwal pelajaran, durasi jam belajar, serta koordinasi dengan guru dan orang tua siswa.
“Kami berharap penerapan lima hari sekolah ini dapat menumbuhkan keseimbangan antara akademik, karakter, dan kehidupan sosial siswa. Mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki waktu untuk berinteraksi, berkreasi, dan beristirahat dengan cukup,” ujar Kepala Sekolah.
Jam belajar setiap hari akan disesuaikan agar seluruh mata pelajaran tetap terpenuhi tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Selain itu, sekolah juga menambah kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler di akhir pekan seperti kepramukaan, olahraga, dan kegiatan seni, agar siswa tetap aktif dan produktif di luar jam belajar formal.
Para siswa menyambut baik kebijakan ini. Mereka merasa lebih memiliki waktu untuk beristirahat, membantu orang tua di rumah, atau mengembangkan minat dan bakat masing-masing. Guru pun mendapat kesempatan lebih untuk mempersiapkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
Dengan diterapkannya sistem lima hari sekolah ini, SMP Veteran berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif, sehat, dan seimbang, sekaligus mendukung semangat Merdeka Belajar yang digalakkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Social Plugin